Senin, 20 Maret 2017

Genre Film



Film memiliki banyak genre yang bergantung pada karakter dan isi dalam film tersebut. Beberapa jenis film diantaranya adalah: 

Action 
Adegan ini akan selalu dikaitkan dengan pertarungan fisik antara pemeran protagonis dan antagonis.

Drama
Dalam genre drama adegan yang suguhkan adalah adegan yang menonjolkan sisi human interest. Dengan tujuan untuk menyentuh perasaan simpati dan empati manusia sehingga dapat meresapi adegan tersebut.

Komedi
Tema ini menampilkan adegan yang bisa membuat penontonnya tersenyum ataupun tertawa. Adegan dalam film ini biasanya merupakan sindiran mengenai fenomena yang sedang terjadi di masyarakat. Film komedi berbeda dengan lawakan. Apabila lawakan diperankan oleh pelawak, maka film komedi tidak harus diperankan oleh pelawak namun bisa diperankan dengan film biasa.
Komedi Slapstick adalah komedi yang menghadirkan kelucuan dengan menggunakan fisik pemain.
Komedi Situasi adalah adegan lucu yang muncul dari situasi yang dibentuk pada alur dan irama film.

Parodi
Duplikasi dari genre film lain namun di pelesetkan. Tujuannya untuk membuat orang tertawa saat melihat adegan di film yang mirip namun berbeda. Film parodi tidak selalu menampilkan adegan lucu tetapi juga sebagai bentuk sindiran kasar terhadap suatu kejadian. Sehingga bila penonton tidak tahu kejadian sebenarnya maka penonton tidak akan menangkap maksud film tersebut.

Tragedi
Genre film ini mentitikberatkan pada nasib manusia. Biasanya konflik yang ditunjukan merupakan akhir yang sedih. Film tragedy biasanya akan disisipi oleh adegan laga atau aksi yang menegangkan, adegan romantic, ataupun adegan lucu.

Horor
Genre film ini menampilkan suasana yang menakutkan atau menyeramkan sehingga membuat penontonnya merinding walaupun hantu tidak muncul. Dalam perkembangan film horror di Indonesia sempat muncul subgenre biographic dan sociohistorical horror dimana subgenre ini diangkat dari cerita sejarah atau peristiwa sosial yang menyeramkan.

Komedi Horor
Genre ini merupakan plesetan misteri dan muncul sebagai sindiran atas perkembangan dan meluasnya film-film horror. Genre film ini dibuat sebagai bentuk penolakan atas film horror yang dianggap tidak memberikan pendidikan kepada penontonnya karena hanya menyuguhka adegan erotis yang dapat merusak moral yang menonton film tersebut.


Dokumenter

Genre ini menampilkan dokumentasi dari peristiwa faktual atau hal yang nyata. Menurut Sumarno film dokumenter selain mengandung fakta, juga mengandung subjektivitas si penulis.  Film ini berpijak pada realitas hal-hal senyat mungkin. Film ini di produksi dengan tujuan utama untuk penyebaran informasi, pendidikan dan propaganda bagi orang atau kelompok tertentu. Film dokumenter menampilkan kembali fakta yang ada di dalam kehidupan manusia
 

Komeditragi
Genre ini membawa emosi penonton pada dua situasi sekaligus, yaitu situasi sedih Karena situasi tragedy di awal dan situasi lucu di adegan selanjutnya maupun sebaliknya. Pada situasi tersebut penonton akan terbawa emosi dalam situasi tragis namun juga terhibur dengan adanya adegan lucu.

Drama action
Genre ini juga memiliki gabungan dari dua genre yaitu drama dan action. Untuk mengenali genre ini, biasanya film ini akan diawali dengan mengetengahkan adegan dan situasi dramatis kemudian disusul dengan adanya adegan action. Untuk memperkuat maka konflik protagonist dan antagonis akan dimunculkan pertarungan fisik.

Dokudrama
Genre film ini merupakan gabungan dari kejadian nyata dengan sedikit kejadian fiksi. Beberapa adegan film merupakan adegan yang diatur dan direncanakan terlebih dahulu dan selebihnya adalah dokumentasi peristiwa.. genre ini muncul sebagai solusi dari masalah film dokumenter.

Science Fiction
Cerita yang dimunculkan dalam film ini merupakan fiksi belaka dan dibuat sedekat mungkin dapat diterima dengan logika ilmiah. Penulis cerita biasanya menggabungkan realitas yang fiksional dengan logika ilmu pengetahuan sehingga adegan yang terdapat dalam film ini terlihat seolah terjadi secara nyata.




Review materi Presentasi kelompok Film
http://masscommfour.blogspot.co.id/ 

Rabu, 15 Maret 2017

Minggu, 12 Maret 2017

Karakteristik Radio




Radio merupakan salah satu media massa yang memiiki sifat yang berbeda dengan media massa lainnya. Radio menyampaikan pesan mereka dengan bahasa yang lisan dan meminimalkan penggunaan bahasa non verbal, misalnya bunyi telegrafi atau salah satu music sebagai tanda memulai acara wartaberita. Salah satu keuntungan yang dimiliki adalah penyampaian yang santai sehingga orang bisa menikmati acara siaran sambil melakukan aktifitas.
Radio memiliki sifat auditif yang artinya terbatas pada suara atau bunyi sehingga sifat ini menuntut pendengarnya untuk mampu membaca bukan dengan melihat tetaoi dengan mendengarkan. Frank Jefkins memaparkan karakteristik radio yang menguntungkan, yaitu:

  1. Murah 
  2. Waktu transmisi tidak terbatas 
  3. Terdapat suara manusia dan musik
  4.  Tidak memerlukan perhatian terfokus 
  5. Teman setia


                Radio saat ini banyak diminati oleh berbagai kalangan usia, pendidikan, dan kelas sosial sebagai alat penghubung di keseharian manusia yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial karena dianggap memiliki informasi yang terkini dan akurat.




Review materi Presentasi Kelompok Radio
 http://radiomaniacs2.blogspot.co.id/

Senin, 06 Maret 2017

Contoh Tabloid Lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta


Profil Singkat Tabloid BIAS

Tabloid BIAS merupakan salah satu media belajar di bawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. BIAS bukanlah nama sebuah perusahaan ataupun lembaga. Selain BIAS, ada dua tabloid yang diterbitkan DIKPORA DIY yakni Tabloid Candra dan Tabloid Gembira.  Ketiga tabloid milik Dikpora DIY ini memiliki sasaran konsumennya masing-masing, seperti halnya BIAS sasaran konsumennya adalah para remaja. BIAS berdiri pada tanggal 28 Oktober 1995, tepat saat hari sumpah pemuda.
Reporter BIAS sendiri merupakan pelajar SMA pilihan dari seluruh SMA di DIY. Sebelum bergabung menjadi penulis di BIAS mereka melakukan serangkaian pelatihan dan seleksi. Setelah lolos seleksi mereka kemudian langsung terjun langsung untuk menulis di tabloid BIAS. Selain pelajar reporter BIAS juga sebagian merupakan mahasiswa yang memang sejak SMA sudah bergabung di BIAS. Pemimpin redaksi sekaligus pembimbing BIAS juga merupakan seorang jurnalis yang tulisannya sudah muncul di berbagai surat kabar lokal di DIY, beliau adalah Ag. Irawan (tahun 2017). Setiap tahunnya BIAS menerbitkan beberapa edisi yang jumlah edisinya ditentukan saat rapat redaksi.
Setiap hari sabtu seluruh reporter BIAS (tahun 2017) berkumpul untuk melakukan rapat redaksi membahas kaitan konten dan perkembangan penulisan dari setiap reporter. Konten atau isi dari tabloid BIAS ini juga tidak jauh dari seputaran remaja sesuai dengan sasaran konsumennya. Mulai dari isu-isu hangat di kalangan remaja hingga kuliner-kuliner unik yang ada di wilayah DIY. Selain itu juga ada bahasan mengenai resensi buku, resensi film, puisi, cerpen, juga bilik opini.

Tabloid BIAS sendiri berbeda dengan tabloid lain yang beredar luas, karena tabloid ini tidak diperjualbelikan. Tabloid BIAS dibagikan di seluruh SMA di DIY sebagai bacaan dan pembelajaran. Tabloid BIAS ini memang merupakan wadah belajar bagi remaja khususnya para reporternya dalam mengembangkan kemampuan dan hobinya dibidang jurnalistik. Meskipun sebagai media belajar, artikel yang ditulis tidak kalah dengan tabloid pada umumnya.